Umuh Muchtar Berharap Bobotoh Menangkan Gelar Suporter Terbaik

umuh-muchtar-persib-bandung_rejhanawuyy1skqvdk9logdt

Kendati gagal melangkah ke final, Umuh tetap memberikan apresiasi kepada penggawa Persib.

Setelah gagal mempertahankan status juara Piala Presiden 2017, karena dikalahkan Pusamania Borneo FC II, Minggu (5/3) malam WIB, manajer Persib Bandung Umuh Muchtar berharap bobotoh meraih penghargaan suporter terbaik turnamen pramusim ini.

Panitia pelaksana (panpel) Piala Presiden 2017 menyediakan hadiah Rp100 juta untuk gelar suporter terbaik. Bobotoh pernah merasakan gelar ini di turnamen Piala Bhayangkara 2016. Umuh pun memberikan apresiasi kepada bobotoh setelah Persib gagal melangkah ke final.

“Saya mohon maaf kepada bobotoh yang luar biasa, dan tetap beri semangat. Semuanya kecewa. Mudah-mudahan nanti bobotoh tetap pertahankan gelar suporter terbaik,” harap Umuh.

Mengenai pertandingan, Umuh mengatakan, absennya striker Sergio van Dijk sangat berpengaruh. Kondisi ini akan menjadi bahan evaluasi agar mereka bisa menjalani Liga 1 2017 dengan lebih baik.

“Kami tidak ada Sergio, tapi kami juga main bagus. Kalau Sergio ada, mungkin lain ceritanya. Anak-anak sudah main maksimal, saya pun tidak kecewa, malahan bangga. Mudah-mudahan di liga ami bisa pertahankan gelar,” ujar Umuh.

“Saya awal sudah [melihat] ada tanda-tanda. Kami sudah menguasai pertandinganm tapi saat tembakan kena tiang, semua jadi waswas. Saya bilang ke pemain, kami diuji di sini. Soal permainan, kami jauh lebih baik dari mereka.”

Sementara itu, koordinator umum pertandingan Budhi Bram Rachman bersyukur laga yang disaksikan langsung 30 ribu penonton itu berakhir tanpa ada kerusuhan. Meski begitu, Bram menyayangkan masih ada aksi lempar botoh air mineral dan pembakaran cerawat setelah laga berakhir.

“Bobotoh ini luar biasa, sangat sportif. Mereka kasih motivasi ke Kim dengan manggil namanya. Itu artinya mereka makin dewasa. Teman-teman Viking dan Bomber juga sudah mulai memerangi rasisme. Selama pertandingan kan tidak ada nyanyian berbau rasis,” kata Bram.

Mengenai evakuasi skuat Pusamania menggunakan kendaraan taktis (rantis), Bram mengatakan, itu merupakan langkah preventif dari pihak kepolisian.

“Mungkin untuk lebih jelasnya bisa tanya ke pihak kepolisian. Tapi, mungkin tujuannya biar cepat dievakuasi, atau langkah antisipasi agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada tim tamu,” jelasnya.

Exit mobile version