Kesempatan Mitra Kukar untuk Kalahkan Persib Ada di Babak Pertama

c1f88945-1d25-4d8b-a302-60075275f15b_169

Babak perempatfinal Piala Presiden 2017 akan dimulai oleh laga antara Persib Bandung menghadapi Mitra Kukar. Persib dan Mitra Kukar sebenarnya sama-sama merupakan berstatus juara grup. Namun Mitra Kukar yang hanya meraih empat poin berada di pot dua sehingga harus menghadapi lawan dari juara grup.

Pada laga yang kick-off pukul 18.00 WIB pada hari Sabtu (25/2/2017) di Solo ini, Persib cukup diunggulkan. Tak seperti Mitra Kukar, Persib keluar sebagai juara grup dengan berhasil menyapu bersih tiga laga fase grup dengan kemenangan. Ditambah lagi Persib hanya kebobolan satu gol dari tiga laga, sementara Mitra Kukar kebobolan empat gol.

Meskipun begitu, catatan di atas bukan berarti menutup kans Mitra Kukar untuk melenggang ke babak semifinal.

Kesempatan Mitra Kukar Ada di Babak Pertama

Persib memang tangguh di grup 3 Piala Presiden. Enam gol dicetak Sergio Van Dijk cs. Dari tiga laga, PSM Makassar dan Persela Lamongan berhasil dibuat tak berdaya dengan tak mampu mencetak gol. Hanya Persib Balikpapan yang mampu membobol lini pertahanan Persib.

Sejak kembalinya Achmad Jufriyanto, lini pertahanan Persib langsung kokoh karena ia merupakan bagian dari skuat Persib yang menjuarai ISL 2014. Tandemnya bersama Vladimir Vujovic tidak perlu lagi kualitasnya. Keduanya tentu tak perlu beradaptasi lama untuk bisa saling memahami di lapangan. Ditambah lagi Tony Sucipto, bek kiri Persib, yang konsisten mampu menjaga kualitasnya.

Pelengkap dalam kuartet di lini pertahanan Persib di Piala Presiden 2017 ini adalah Henhen Herdiana. Henhen sendiri dipasang untuk memenuhi aturan wajib starter pemain di bawah usia 23 tahun. Hal ini menyebabkan Supardi Nasir harus terlebih dahulu duduk di bangku cadangan.

Inilah yang sebenarnya bisa dimanfaatkan Mitra Kukar. Pada babak pertama, permainan Persib kerap kali belum padu. Permainan Persib baru mulai lebih garang setelah babak kedua. Usai turun minum, Jajang Nurjaman memang langsung mengganti dua pemain U23 oleh dua pemain senior, biasanya Supardi Nasir dan Dedi Kusnandar. Dua penggawa yang juga menjadi bagian skuat juara 2014 ini memang langsung terasa memberikan perubahan signifikan, khususnya di lini serang.

Hal ini terbukti dari enam gol Persib di Piala Presiden 2017 sejauh ini, lima di antaranya tercipta pada babak kedua. Hanya satu gol yang bisa dicetak Persib pada babak pertama di tiga laga fase grup. Itu pun dengan catatan golnya dicetak lewat sepakan penalti (Sergio Van Dijk) saat menghadapi Persiba pada menit ke-28).

Gol yang dicetak Marlon Da Silva, pemain Persiba, yang menjadi satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Persib pun tercipta pada babak pertama. Kala itu pertandingan beru berjalan enam menit dan penyerang asal Brasil tersebut melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung kiper Persib, Muhammad Natsir.

Pada gol tersebut, kelemahan juga terlihat pada diri pemain U23 Persib lainnya, Ahmad Basith. Basith gagal meng-cover Kim Jeffrey Kurniawan yang kalah berduel udara sehingga bola liar mampu didapatkan Marlon, di mana kemudian Marlon tanpa gangguan dalam melepaskan tembakan.

Aturan wajib starter tiga pemain U23 memang membuat Janur sering bereksperimen mencari siapa yang bisa menjaga kualitas Persib meski harus menurunkan pemain muda. Selain Henhen dan Basith, ada Gian Zola yang kerap mendapatkan kesempatan bermain sejak menit pertama. Selain tentunya Febri Hariyadi yang tak tergantikan karena kualitasnya sudah setara pemain senior.

Mitra Kukar sendiri memiliki potensi untuk mengejutkan Persib pada babak pertama. Dua pemain U23 mereka, Yogi Rahadian dan Septian David Maulana, adalah dua pemain muda yang sudah mendapatkan jam terbang yang banyak bersama tim utama sejak masih membela timnas U19. Apalagi Septian yang sempat masuk dalam skuat timnas Piala AFF 2016, akan menghadapi Henhen di sisi kanan pertahanan Persib.

Bola Mati dan Supersub Mitra Kukar Jadi Ancaman Persib

Dengan kualitas yang dimiliki Persib, tak akan mengherankan jika nantinya Persib mampu keluar sebagai pemenang. Apalagi tak ada satu pun pemain yang akan absen pada laga ini, Persib bisa tancap gas pada babak kedua seperti yang sudah terjadi pada fase grup.

Akan tetapi Persib sendiri perlu mewaspadai kecepatan para pemain sayap Mitra Kukar. Selain Septian dan Yogi, Mitra Kukar masih memiliki Zulham Zamrun di bangku cadangan. Mantan pahlawan Persib di Piala Presiden 2015 ini kerap masuk sebagai pemain pengganti untuk meningkatkan intensitas serangan Mitra Kukar di babak kedua.

Di Piala Presiden 2017, babak kedua memang seolah menjadi bentuk nyata kualitas tim-tim peserta karena sudah menarik para pemain muda mereka. Di Mitra Kukar pun tak hanya Zulham, masih ada nama Aldino Herdianto yang bisa menjadi supersub ketika Angel Carrascosa belum menyumbang satu pun gol hingga saat ini.

Kualitas Aldino sudah terlihat kala Mitra Kukar menghadapi PSS Sleman. Mantan penyerang PS TNI ini menjadi sumber motivasi keberhasilan skuat berjuluk Naga Mekes ini mengejar ketertinggalan 3-0 dari PSS menjadi 3-3 di akhir pertandingan setelah ia turut menyumbang dua gol.

Selain itu, Persib juga patut menghindari pelanggaran-pelanggaran di area berbahaya. Hal ini dikarenakan Mitra Kukar memiliki pemain spesialis tendangan bebas dalam diri gelandang asing asal Korea Selatan, In Kyun-oh. Sejak membela Persegres, pemain yang memiliki kekuatan di kaki kirinya ini kerap membahayakan lawan lewat tendangan-tendangan bebasnya. Ia pun sukses mencetak gol ke gawang mantan timnya tersebut lewat tendangan bebas pada laga perdana Mitra Kukar di Piala Presiden 2017 ini.

Akan tetapi secara umum, Persegres memang tidak terlalu istimewa jika dibandingkan dengan perempatfinalis lain. Torehan empat poin yang mereka miliki untuk menjadi juara grup, sebenarnya mampu disamai oleh peringkat kedua dan ketiga, yaitu Persegres dan Persipura. Hanya saja ketajaman lini depan Mitra Kukar yang mampu mencetak empat gol membuat mereka melenggang ke babak perempatfinal dengan status juara grup.

Kesimpulan

Mitra Kukar bisa memberikan kejutan pada Persib jika mereka mampu memaksimalkan belum sempurnanya kekuatan Persib pada babak pertama. Dengan dua pemain U23 yang belum mampu menyesuaikan dengan kualitas tim utama, Persib memiliki kelemahan pada babak pertama, tak seperti pada babak kedua setelah para pemain senior masuk.

Apalagi perlu menjadi catatan pula bahwa tiga kemenangan Persib di fase grup terjadi karena mereka bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Sementara Persib punya rekor kurang baik dalam menjalani laga tandang. Di ISC 2016 lalu misalnya, Persib hanya meraih 12 poin dari 17 laga tandang, hanya meraih dua kemenangan.

Jika Mitra Kukar bisa memanfaatkan babak pertama, Mitra Kukar punya peluang untuk mengalahkan Persib. Namun jika ternyata mereka gagal mencetak gol di babak pertama, Persib-lah yang berpeluang besar melenggang ke babak semifinal.

Exit mobile version