Chat with us, powered by LiveChat
Search

Bek Aston Villa: Pemain Premier League Hanyalah Barang Dagangan

Bek tangguh Ason Villa, Tyrone Mings, berkata bahwa setiap pemain Premier League sudah memahami pertimbangan utama di balik usaha melanjutkan sisa musim 2019/20. Menurutnya uang adalah alasan utama, bukan soal integritas kompetisi atau soal pemain.

Premier League memang berusaha semaksimal mungkin supaya bisa melanjutkan musim dalam kondisi seaman mungkin. Teranyar, semua pemain dan staf sudah menjalani tes Covid-19 tahap terakhir, dan hasilnya semua negatif.

Artinya, para pemain dan staf sudah siap. Fans juga sudah siap, meski hanya bisa menonton dari layar kaca. Seharusnya kondisi sudah aman, tapi risiko itu selalu ada, terlebih untuk para pemain dan keluarganya.

Bagi Mings, keputusan kelanjutan liga tampak terburu-buru dan kurang hati-hati. Dia yakin betul uang adalah alasan utama di balik usaha melanjutkan musim, sebab liga pun punya kewajiban untuk menuntaskan musim kepada pemegang hak siar.

“Motifnya [melanjutkan musim] mungkin 100 persen didorong karena perkara finansial, bukan soal integritas,” ungkap Mings, kepada Daily Mail.

“Saya memang mendukung keputusan bermain lagi, sebab kami tidak punya pilihan lain. Sebagai pemain, kami adalah pihak terakhir yang perlu diajak berdiskusi tentang Project Restart, itu karena posisi kami dalam prioritas sepak bola.”

Intinya, Mings merasa suara pemain tidak akan didengar dalam pertimbangan melanjutkan musim ini. Baginya pemain tak lebih dari sekadar komoditas, alias barang dagangan dalam industri sepak bola.

“Itu bukan masalah. Kami adalah komoditas dalam permainan ini dan kami bisa menerima itu,” lanjut Mings.

“Sangatlah penting pemain diberi pilihan. Ini adalah urusan pribadi. Jika Anda tidak mau melakukannya [berlatih atau bertanding], Anda berhak memilih tidak. Banyak orang yang sudah mengutarakan kekhawatiran mereka terhadap keselamatan keluarga mereka.”

“Hal itu benar-benar harus dipertimbangkan dengan hati-hati,” tandasnya.