Chat with us, powered by LiveChat
Search

Pemain-Pemain yang Berubah Nasib Setelah Cermelang di Euro 2016

Pemain Yang Nasibnya Berubah Setelah Tampil di Euro 2016

tipsbetcash.com – Turnamen Euro bisa menjadi kesempatan bagi pemain untuk meningkatkan karirnya dan tidak terkecuali dengan Euro 2016. Pemain yang tampil bersinar di Prancis tentu namanya menjadi semakin terkenal dan bisa berpotensi direkrut klub besar Eropa.

Ada beberapa pemain yang ternyata mendapatkan berkah karena nasibnya bisa berubah menjadi lebih baik setelah tampil di Euro 2016. Siapa saja pemain yang dimaksud? Berikut ini daftarnya seperti dilansir UEFA.

1. Raphael Guerreiro, Portugal, Usia: 22

Sebelum Euro 2016: Finis posisi 15 di Ligue 1 dengan Lorient. Hanya membuat 11 starter karena cedera Fabio Coentrao tetapi bersinar di Perancis. Kerja keras sang bek kiri terbayar ketika ia melepas crossing melawan Wales yang membuat Cristiano Ronaldo membawa Portugal menuju final. Hal ini mungkin menjadi alasan mengapa Borussia Dortmund merekrutnya di awal turnamen.

2. Hal Robson-Kanu, Wales, Usia: 27

Sebelum Euro 2016: Mencetak tiga gol di Championship untuk Reading sebelum pergi sebagai free agent. Sang striker menuju ke Prancis dengan reputasi yang tidak diketahui tapi dalam sekejab bisa berubah setelah mencetak gol berkelas saat melawan Belgia. Kini banyak klub yang sedang antri untuk mendapatkan tanda tangannya.

3. Nolito, Spanyol, Usia: 29

Sebelum Euro 2016: Menikmati kampanye yang indah dengan Celta Vigo tetapi tidak pernah bermain di sepakbola Eropa. Dipanggil menggantikan Diego Costa, Nolito harus bertarung dengan padatnya lini depan Spanyol. Namun, ia tampil memukau dalam kemenangan 3-0 melawan Turki. Manchester City tertarik dan dengan cepat merekrut mantan pemain Barcelona B tersebut.

4. Michael McGovern, Irlandia Utara, Usia: 31

Sebelum Euro 2016: Berhasil menghindari degradasi di Liga Utama Skotlandia bersama Hamilton Academical. Seorang kiper yang telah menghabiskan seluruh karirnya di Skotlandia, nama McGovern semakin tenar setelah menggagalkan hampir semua gempuran Jerman. Gawangnya cuma kebobolan satu gol dari 26 usaha yang dilancarkan sang juara dunia. Performa impresifnya membuat Irlandia Utara berhasil lolos ke 16 besar berkat selisih gol.

5. Hannes Halldorsson, Islandia, Usia: 32

Sebelum Euro 2016: Datang ke Euro melalui liga papan atas Norwegia dengan Bodo / Glimt. Kiper dan sutradara film paruh waktu ini menjadi pemain profesional sejak tiga tahun lalu tapi bisa membuktikan bersaing di pentas elit Eropa. Ia menggagalkan peluang dari pemain hebat seperti Cristiano Ronaldo, David Alaba dan Harry Kane selama perjalanan Islandia menuju perempat final. Halldorsson juga membuat penyelamatan lebih banyak dari kiper lainnya di Euro 2016

6. Arlind Ajeti, Albania, Usia: 22,

Sebelum EURO 2016: Terdegradasi dari Serie A dengan Frosinone. Ajeti menjalani kampanye yang naik turun di Euro 2016. Ia menonton gol pembuka Swiss dari bangku cadangan, kemudian mengalami gegar otak melawan Perancis setelah tampil impresif. Ajeti terpilih sebagai man of the match  dalam kemenangan bersejarah melawan Rumania dan bergabung dengan Torino dua minggu kemudian.

7. Michal Pazdan, Polandia, Umur: 28

Sebelum Euro 2016: Menjadi pemain cadangan tak terpakai di Euro 2008; memenangkan Ekstraklasa Polandia 2015/16  dengan Legia Warszawa. Ketika Pazdan mendapat panggilan Polandia pertamanya, petugas di hotel tim tidak percaya bahwa dia adalah bagian dari skuat. Bek tengah yang sederhana ini menjadi pahlawan negaranya dengan performa impresif di Prancis. Pazdan membantu mengemas tiga clean sheet di Grup C, terutama melawan sang rival Jerman.

8. Thomas Meunier, Belgia, Usia: 24

Sebelum Euro 2016: Mengangkat gelar Liga Utama Belgia dengan Club Brugge. Diparkir dalam pertandingan perdana melawan Italia, Meunier membuktikan penampilannya melawan Irlandia dan mengirim umpan kepada Axel Witsel untuk mencetak gol kedua Belgia. Sang bek kanan terus bersinar melawan Swedia dan Hungaria, yang membuatnya diboyong PSG setelah Red Devils disingkirkan Wales.